TIGA DOSEN STIS NURUL QARNAIN JEMBER LULUS ASESOR MAJELIS MASYAYIKH UNTUK PENJAMINAN MUTU EKSTERNAL PENDIDIKAN PESANTREN TAHUN 2025

Jember, 3 Juli 2025 — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan pesantren nasional. Sebanyak 3 (tiga) dosen dinyatakan lulus sebagai Asesor Majelis Masyayikh untuk Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Pesantren Tahun 2025. Pengumuman resmi disampaikan oleh Sekretariat Majelis Masyayikh usai proses seleksi yang digelar sepanjang Juni 2025. Ketiga dosen tersebut adalah Dr. Bachrul Ulum, S.Sy., M.H.I., Dr. Hasan Sayfullah, S.H.I., M.Pd.I. serta Zaenol Hasan, S.E., M.H.
Para asesor terpilih ini merupakan para akademisi, praktisi pendidikan pesantren, serta tokoh pesantren yang telah mengikuti serangkaian tahapan seleksi, mulai dari verifikasi administrasi, ujian psikotes hingga sesi wawancara yang diselenggarakan secara online.
Ketua Majelis Masyayikh, KH. Abdul Ghaffar Rozin, menyampaikan bahwa hadirnya para asesor ini menjadi bagian dari upaya konkret dalam mengawal peningkatan mutu dan akuntabilitas pendidikan pesantren, khususnya pasca terbitnya regulasi UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
“Asesor ini bukan sekadar tim penilai, tetapi mitra strategis dalam menjaga marwah dan standar mutu pesantren yang tetap berakar pada tradisi salafiyah, namun siap beradaptasi dengan tantangan zaman,” ujar beliau dalam sambutannya.
Asesor ini akan ditugaskan di 4 (Empat ) jenis pendidikan formal pesantren yang telah memiliki sistem dan standar mutunya masing-masing, yaitu Ma’had Aly, Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) meliputi Salafiyah dan Muallimin dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Keempat jenis pendidikan tersebut telah dilengkapi dengan perangkat kebijakan mutu, standar mutu, instrumen asesmen, serta sistem penjaminan mutu internal dan eksternal. Dengan demikian, rekrutmen asesor ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan simultan dan strategis yang dilakukan pasca seluruh prasarana penjaminan mutu tersedia dan siap diimplementasikan
Para asesor nantinya akan ditugaskan melakukan asesmen lapangan, validasi data, serta pendampingan mutu terhadap lembaga-lembaga pesantren yang mengajukan proses pengakuan atau peningkatan status kelembagaan.
Salah satu peserta yang dinyatakan lulus, Zaenol Hasan, S.E., M.H., menyampaikan rasa syukurnya atas kelulusan ini.
“Ini amanah besar. Menjadi asesor Majelis Masyayikh berarti turut bertanggung jawab atas masa depan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia,” ucap Kaprodi HES tersebut.
Dengan kelulusan ini, diharapkan proses penjaminan mutu eksternal dapat berlangsung lebih sistematis, objektif, dan partisipatif, seiring dengan semangat kemandirian pesantren dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing.