STIS Nurul Qarnain Kirim Mahasiswa Ikuti Pendidikan Gender di Bondowoso STIS Nurul Qarnain Kirim Mahasiswa Ikuti Pendidikan Gender di Bondowoso

Bondowoso, Jawa Timur – STIS Darul Falah, Ramban Kulon – Cerme, Bondowoso, menyelenggarakan Sekolah Islam & Gender dengan tema “Pendidikan merupakan kunci dalam meraih kesetaraan” pada Sabtu, 29 Juni 2024, pukul 14.00 WIB di Aula kampus. Acara ini dihadiri oleh 28 peserta dari berbagai instansi pendidikan, termasuk 13 peserta dari internal STIS Darul Falah dan 15 peserta dari eksternal, yaitu STKIP Situbondo, IAI At Taqwa Bondowoso, dan STIS Nurul Qarnain Jember.

Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua STIS Darul Falah (Bpk Sutriyono, S.ag., M.M.), Ketua Cabang PMII Bondowoso (sahabat Ahmad Faris Bahtiar), perwakilan ketua kopri cabang Bondowoso (Sahabati Nur Faizah), Mabinkom PMII STIS Darul Falah (Sahabat Abdul Hadi, S.H.), Ketua Komisariat PMII STIS Darul Falah (A. Mujib Hasan) dan Ketua Kopri Komisariat STIS Darul Falah (sahabati Nurul Bisyaroh).

Sekolah Islam dan Gender ini berlangsung selama 2 hari dan menghadirkan 7 materi yang berfokus pada isu kesetaraan gender dalam perspektif Islam. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Yasin Musthofa dengan tema “Fiqih Perempuan”, dilanjutkan dengan materi “Gender Perspektif Al Qur’an dan Hadis” oleh Ny. Hj. Romzatul Widad, M.Pd. Materi selanjutnya membahas “Konsep Dasar Islam” oleh Zainal Arifin, M.Pd., “Keorganisasian” oleh Sahabat Abdul Hadi, S.H., “Hukum Islam di Indonesia” oleh Abdul Aziz, M.Pd., “Gender 2” oleh Raudatul Jannah, S.H., dan terakhir “Citra Diri Kopri” oleh Sahabati Diana Maulida Putri, Ketua Kopri PC PMII Bondowoso.

Salah satu peserta dari STIS Nurul Qarnain, Rohiki Mahtum, Mahasiswa Prodi HES Semester Enam, mengungkapkan antusiasmenya terhadap Sekolah Islam & Gender ini. “Saya sangat tertarik dengan tema kesetaraan gender dalam Islam. Materi-materinya disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami, dan pemateri pun sangat berpengalaman,” ujarnya.

Sekolah Islam & Gender ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya pendidikan dalam meraih kesetaraan gender. Pendidikan yang berkualitas dan setara menjadi kunci untuk membuka peluang bagi perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka dan berkontribusi secara positif bagi masyarakat.