Jember, 13 Agustus 2024 – STIS Nurul Qarnain Jember dengan bangga menyelenggarakan konferensi internasional perdana bertema “Innovation and Solution to Share The Future of Basic Law, Economic, and Education in The Era of Society 5.0”. Acara yang berlangsung di Hall Ma’had Aly Nurul Qarnain ini dihadiri oleh berbagai akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri. Tepat pukul 09.00 WIB, acara dimulai dengan pembukaan yang penuh antusiasme dari para peserta.

Ketua STIS Nurul Qarnain, Dr. Bachrul Umum, S. Sy., M.H.I., membuka acara dengan sambutan yang hangat dan apresiasi kepada seluruh narasumber serta tim LP2M STIS Nurul Qarnain Jember. Beliau menyampaikan harapan agar konferensi ini menjadi awal dari kolaborasi internasional yang lebih intens dalam menghadapi tantangan global di era Society 5.0. Dr. Bachrul menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana untuk memperkuat sinergi antara hukum, ekonomi, dan pendidikan dalam konteks global.
Sambutan juga diberikan oleh Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Badrut Tamam, M.H.I., yang sangat mengapresiasi terselenggaranya acara bergengsi ini. Beliau berharap agar acara ini menjadi agenda rutin kampus, sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk menjaga relevansi pendidikan di tengah perubahan cepat di era Society 5.0.

Usai sambutan, sesi pemaparan materi langsung dimulai dengan narasumber pertama, Dr. Izlawanie Muhammad dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), yang membahas “Pajak Lingkungan dalam Islam”. Dalam paparannya, Dr. Izlawanie menjelaskan bahwa pajak lingkungan menurut perspektif Islam bukan hanya alat fiskal, tetapi juga instrumen yang penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan perlunya integrasi antara syariah dan kebijakan pajak lingkungan agar sejalan dengan prinsip keadilan dan keberlanjutan.
Dr. S.H. Sheik Mohamed dari St. Thomas College of Art and Science, India, melanjutkan dengan membahas “E-learning in Digital Era”. Ia menguraikan perkembangan pesat teknologi e-learning, terutama selama masa pandemi, serta tantangan dan peluang yang muncul bagi institusi pendidikan dalam mengadopsi model pembelajaran digital. Dr. Mohamed menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital yang serba cepat ini.
Sesi berikutnya diisi oleh H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Rektor Unira Malang, yang mengangkat topik “Perkembangan dan Implementasi Hukum Islam di Indonesia”. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti bagaimana hukum Islam telah berkembang secara signifikan di Indonesia, baik dari segi legislasi maupun penerapannya di berbagai aspek kehidupan. Peran lembaga pendidikan, menurutnya, sangat vital dalam mendukung pengembangan hukum Islam yang dinamis dan kontekstual dengan kebutuhan zaman.
Prof. Dr. H. Muhammad Saleh, S.E., M.Sc., Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Jember, menjadi narasumber terakhir yang membahas “Pengembangan Ekonomi Syariah”. Ia menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia, serta tantangan yang muncul dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah dengan sistem ekonomi modern. Prof. Saleh juga menyoroti potensi besar ekonomi syariah dalam memperkuat perekonomian nasional dan global.
Setelah sesi pemaparan dari para narasumber, acara dilanjutkan dengan presentasi makalah oleh para peserta yang telah mengirimkan karya ilmiah mereka kepada LP2M STIS Nurul Qarnain. Para peserta dibagi ke dalam beberapa ruang khusus untuk mempresentasikan hasil penelitian yang mencakup topik-topik terkait hukum, ekonomi, dan pendidikan di era Society 5.0. Konferensi ini diharapkan dapat menjadi wadah yang konstruktif untuk pertukaran ilmu dan ide, serta menjadi landasan bagi pembangunan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan (Si).