Mahasiswa KKN Posko 2 Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nurul Qarnain yang berada di Desa Jatian Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember mengadakan pelatihan pembuatan keripik tempe dan digital marketing di Acara Rutinan majlis ta’lim Ibu-ibu Muslimat Desa Jatian pada tanggal 14 Agustus 2023. Acara ini bertempat di Musholla Al Imam RT 003 RW 003 Desa Jatian.
Berawal dari sering melakukan shilaturrahim baik kepada steakholder Desa Jatian ataupun kepada warga Desa Jatian hingga kemudian mahasiswa KKN posko 2 menemukan terdapat warga yang berwirausaha sebagai pembuat tempe. Akhirnya muncullah ide dalam benak teman-teman KKN Posko 2 untuk mengolah tempe menjadi sesuatu yang lebih diminati dan tentunya lebih tahan lama berupa keripik tempe dengan cita rasa yang gurih dan sensasinya yang renyah.

Selain hal tersebut tujuan dari diadakannya acara pelatihan pembuatan keripik tempe adalah untuk meningkatkan penjualan produk dari pelaku wirausaha tempe yang ada di Desa Jatian Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Selain itu, juga bertujuan agar pelatihan ini bermanfaat bagi masyarakat setempat yang tidak memiliki pekerjaan dengan harapan agar kegiatan produksi keripik tempe tetap berjalan dan tidak berhenti begitu saja. “ Kami senang bisa melakukan pelatihan pembuatan keripik tempe ini. Karena ini sebagai salah satu bentuk inovasi agar olahan tempe tidak hanya digoreng dan dikonsumsi begitu-begitu saja. Harapan kami semoga masyarakat antusias dan kemudian produksi keripik tempe ini bisa dilanjutkan” Papar Eka Nur Intan selaku narasumber pada kegiatan ini.
Selain Eka Nur Intan, ada satu lagi narasumber dalam kegiatan ini yaitu Riska Wulandari. Dalam penjelasannya Wulan memaparkan tentang cara pembuatan keripik tempe yang mudah untuk dilakukan. Dimulai dengan penjelasan bahan-bahan yang dibutuhkan dan bagaimana cara pembuatan keripik tempe tersebut. Wulan mengatakan “ Bahannya simple dan mudah dicari. Selain itu cara membuatnya juga tidak ribet”. Di dalam kegiatan tersebut Mahasiswa KKN posko 2 juga menjelaskan tentang metode penjualan dengan menggunakan digital marketing, yaitu tentang bagaimana cara memasarkan hasil dari pembuatan keripik tempe pada para konsumen dengan cara online.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari ketua muslimat, yaitu Umi Sitti Munawaroh dan para ibu muslimat yang lain. Ibu-ibu sangat khidmat dalam mengikuti acara serta antusias dalam bertanya. Sehingga acara terasa betul-betul hidup dengan adanya tanya jawab dari warga dan narasumber. Kegiatan pelatihanpun berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.