Perkuat Wawasan Politik Pemuda: Mahasiswa STIS Nurul Qarnain Ikuti Acara Healing Demokrasi di Bondowoso

Bondowoso, Sejak tanggal 18-19 September 2024, sebanyak delapan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nurul Qarnain yang tergabung dalam komunitas Pemuda Pelopor berpartisipasi dalam acara Healing Demokrasi di Aula Hotel Palm Bondowoso. Acara ini mengusung tema “Cerdas Politik, Siapa Takut?”. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bondowoso.

Kedelapan mahasiswa STIS Nurul Qarnain, adalah Yazid Miftahul Choir, Zulfikrin Nas, Budi Dermawan, R.A Harum Sukmowati, Ismi Zulfa Laila, Dina, Dela dan Muhammad Holil, menambah semangat acara yang dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan.

Turut hadir dalam acara ini sebanyak 12 organisasi dari lintas agama dan komunitas yang berbeda, masing-masing mendelegasikan 10 anggotanya. Di antara organisasi yang berpartisipasi adalah IPNU, IPPNU, HMI, PMII, IPM, IMM, Pemuda Pelopor, Rumah Pintar, IKMASS Bondowoso, Pemuda Gereja Kristen Jawi Wetan, Pemuda BAMAG, dan Pemuda Jurnalistik Bondowoso.

Dengan kehadiran berbagai elemen kepemudaan, acara ini menunjukkan betapa beragamnya potensi dan energi yang dimiliki oleh generasi muda Bondowoso dalam mengawal demokrasi.

Bertempat di Aula Hotel Palm Bondowoso, acara ini resmi dibuka oleh Plt Kepala Bakesbangpol Bondowoso, Mahfud Junaidi. Dalam sambutannya, Bapak Mahfud Junaidi menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam kehidupan demokrasi. Ia menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai kepemimpinan dan demokrasi, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dalam berbagai organisasi.

Acara ini menghadirkan empat pemateri yang berkompeten dalam bidangnya. Pemateri pertama, Fricas, menyampaikan materi tentang “Peran Penting Pemuda dalam Kehidupan Demokrasi”. Menurut Fricas, pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam merawat bangsa. Ia mengajak peserta untuk belajar tentang kepemimpinan, demokrasi, dan cara berpikir kritis dalam setiap organisasi. Fricas berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk berkontribusi secara nyata dalam masyarakat.

Pemateri kedua, Ahmad Ansori, memberikan perspektif tambahan mengenai keterlibatan pemuda dalam proses demokrasi. Salah satu yang disampaikan beliau adalah bagaimana pemuda dapat berperan lebih aktif dalam demokrasi. Tegasnya

Pemateri ketiga, Irwan Toro, menyampaikan topik yang tidak kalah pentingnya. Peran dan pemikiran pemuda kedepan harus memberikan pencerahan lebih mewarnai mengenai dinamika politik kebangsaa.

Kontribusi setiap pemateri merupakan bagian integral dari keseluruhan program yang bertujuan memperdalam pengetahuan peserta.

Sebagai penutup sesi pemateri, Andreas Sugiono, berprofesi sebagai Bintara Personel dari Kodim 0822 Bondowoso, dengan tegas menyampaikan materi mengenai pentingnya kedisiplinan, kekompakan, dan kepatuhan terhadap pimpinan dalam organisasi. Sugiono menekankan bahwa seorang pemimpin harus siap untuk berkorban demi kepentingan bersama. Ungkapnya

Pesan ini diharapkan dapat memotivasi peserta untuk lebih serius dalam melatih diri dan berkontribusi dalam organisasi masing-masing.

Dengan intens mengikuti acara healling demokrasi selama dua hari tersebut, semua peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis tentang bagaimana cara efektif mengawal dan memajukan demokrasi di Indonesia. Keberagaman materi dan interaksi dengan berbagai pemateri memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dunia politik dan kepemimpinan.

Dengan tema “Cerdas Politik, Siapa Takut?”, acara ini diharapkan dapat menyadarkan peserta dan masyarakat umum akan pentingnya keterlibatan aktif dalam proses demokrasi. Pemuda diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya sekadar mengikuti arus tetapi juga mampu mempengaruhi dan memperbaiki sistem demokrasi.

Inisiatif Bakesbangpol Bondowoso ini merupakan langkah positif untuk membangkitkan semangat demokrasi di kalangan generasi muda.

Harapan ke depan adalah agar acara semacam ini tidak hanya dilaksanakan di Bondowoso, tetapi juga di seluruh kabupaten di Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai instansi, program ini dapat menjadi bagian dari upaya nasional untuk memperkuat demokrasi dan kepemimpinan di kalangan pemuda. Melalui acara ini, diharapkan regenerasi pemimpin di masa depan akan lebih siap menghadapi tantangan dan berkontribusi secara maksimal bagi bangsa dan negara. (Ys)