JEMBER_stisnq.ac.id – Kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain dan KH. Musleh Adnan Pamekasan Madura menambah semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Haflatul Imtihan sekaligus Penutupan KKN Posko 09 Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain di Halaman Madrasah Qarnul Islam yang berlangsung pada Senin malam (25/08/2025). Selain KH. Yazid Karimullah dan KH. Musleh Adnan, acara tersebut juga dihadiri oleh KH. Fayyadus Surur, putra dari KH. Saiful Bari, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Ledokombo Jember.
Perayaan Maulid Nabi tahun ini berlangsung meriah, sebab dihadiri oleh ribuan jamaah yang membeludak melebihi lokasi yang disediakan oleh panitia. Banyak dari hadirin yang menempati teras rumah-rumah warga dan pekarangan demi menghadiri acara tersebut.
Dalam permulaan ceramah, KH. Musleh Adnan mengajak para hadirin untuk bersyukur atas keberkahan umur yang diberikan Allah sehingga bisa berkumpul untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Di mana cinta kepada beliau merupakan modal awal bagi seorang umat untuk meneladani dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
Beliau mengibaratkan kecintaan dengan perjuangan keras seorang ayah mencari nafkah agar anaknya bisa menuntut ilmu di pondok pesantren, kerja keras yang berdasarkan perasaan cinta seorang ayah supaya anaknya bisa menjadi pribadi yang baik.
“KH. Thaifur Mawardi, yang baru saja wafat itu, beliau adalah murid kinasih dari Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani. Kiai Thaifur menjelaskan bahwa tidak cukup sebatas membaca shalawat untuk bisa bermimpi nabi, tapi juga harus mempelajari sirah (sejarah) nabi agar bisa mengetaui beratnya perjuangan beliau sehingga dapat meningkatkan cinta,” jelas Kiai Musleh.
Beliau juga menyampaikan bahwa mengenal Rasulullah SAW, bukan hanya menumbuhkan cinta, tapi juga mendatangkan keselamatan dan menghilangkan musibah. Bahkan dengan cinta dan bershalawat kepada Rasulullah dapat menolak bala’ yang mubram.
“Rasulullah adalah orang yang memiliki budi pekerti yang tinggi, beliau bukan hanya menahan diri untuk menyakiti orang lain, tetapi beliau juga tahan ketika disakiti oleh orang lain. Hal ini yang sulit dilakukan oleh kebanyakan orang,” imbuh beliau.
Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Pamekasan Madura itu juga menyebutkan sebuah hadis nabi yang menjelaskan bahwa seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintai.
“Seseorang yang cinta kepada Nabi Muhammad, maka akan bersama dengan beliau kelak. Tak cukup sebatas cinta, namun juga meneladani akhlak beliau,” tambahnya.
Beliau juga berpesan kepada mahasiswa KKN STIS Nurul Qarnain agar membuka pandangan bahwa kehidupan di masyarakat penuh dengan warna dan corak yang beragam.
“Beginilah kehidupan di masyarakat, wahai mahasiswa KKN. Oleh karena itu, janganlah kaget saat kelak kalian benar-benar pulang ke masyarakat,” tandas beliau.
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Yazid Karimullah yang diamini oleh seluruh jamaah. Sebelumnya, beliau juga mengajak para hadirin untuk mengamalkan nasihat-nasihat yang telah disampaikan oleh KH. Musleh Adnan sebagai oleh-oleh dari kegiatan pengajian umum. (*)
Pewarta: Silfin Aisyah, Kordes KKN Posko 09 STIS Nurul Qarnain