Sabtu, 10 Agustus 2024, suasana di Balai Desa Wonosuko terasa berbeda. Pagi itu, kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Jember (UNEJ) dan STIS Nurul Qarnain dari posko 07 menghadirkan pelatihan pembuatan pupuk organik yang dihadiri oleh puluhan peserta, mayoritas dari kalangan petani setempat. Acara ini dimulai tepat pukul 08:40 WIB dan dibuka langsung oleh Kepala Desa Wonosuko, Bapak Udin Sapik, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi dalam pertanian untuk menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan petani desa.

Dalam pelatihan tersebut, Bapak Hasan Basri, seorang narasumber dari Desa Tlogosari, memaparkan materi secara rinci mengenai bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik. Ia menjelaskan bahwa kotoran sapi yang sudah kering, arang sekam, gula, dan air adalah komponen utama dalam proses pembuatan pupuk tersebut. Dengan penjelasan yang mudah dipahami, para peserta semakin antusias untuk menggali lebih dalam tentang manfaat dan cara pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan ini.

Setelah sesi pemaparan, peserta tidak hanya berhenti pada teori. Mereka langsung diajak untuk mempraktekkan apa yang baru saja dipelajari. Dengan panduan dari Bapak Hasan Basri, peserta memulai proses pembuatan pupuk organik menggunakan bahan-bahan yang sudah disiapkan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat, terlihat dari antusiasme para petani yang merasa bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan mereka dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Tak hanya sekadar praktek, pelatihan ini juga diwarnai dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Banyak peserta yang penasaran dengan teknik-teknik khusus dalam pembuatan pupuk organik dan bagaimana cara terbaik untuk mengaplikasikannya di lahan pertanian mereka. Bapak Hasan Basri dengan sabar menjawab setiap pertanyaan, bahkan memberikan tips-tips tambahan yang dapat membantu para petani menghasilkan pupuk dengan kualitas terbaik.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung hingga pukul 10:30 WIB ini berakhir dengan kesan positif dari para peserta. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat untuk diterapkan di desa mereka. Harapan besar diutarakan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, sehingga ilmu yang didapatkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi antara KKN UNEJ dan KKN STIS Nurul Qarnain ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang produktif dan berdampak luas. Para mahasiswa yang terlibat pun diharapkan dapat terus menginisiasi kegiatan-kegiatan serupa yang tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga membangun sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pertanian di masa depan.(Si)