Bondowoso, 28 Agustus 2024 – Ketua STIS Nurul Qarnain Jember, Dr. Bachrul Ulum, S.Sy., M.H.I., bersama Ketua Panitia KKN 2024 melanjutkan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke posko-posko putri KKN yang tersebar di Kecamatan Tamanan, Bondowoso. Monev kali ini fokus pada posko putri setelah sebelumnya dilakukan evaluasi di posko putra.
Dalam monev ini, bahan evaluasi di posko putri sedikit lebih ringan dibandingkan posko putra. Hal ini disebabkan hampir seluruh kegiatan telah terlaksana dengan baik, dan laporan baik individu maupun kelompok sebagian besar sudah dikumpulkan. “Semua berjalan sesuai rencana, dan mayoritas laporan sudah dalam tahap finalisasi,” ujar Qoid, Sekretaris Panitia KKN 2024.
Perjalanan monev dimulai dari Posko 5 di Desa Pocang Anom, dilanjutkan ke Posko 6 di Desa Kalianyar, Posko 7 di Desa Wonosuko, dan diakhiri di Posko 8 di Desa Kemirian. Setiap posko menyambut tim monev dengan berbagai suguhan, mulai dari produk hasil karya peserta KKN hingga hidangan dari warga sekitar.
Antusiasme dari alumni yang turut hadir dalam monev ini juga menjadi perhatian. Kehadiran mereka menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab mereka terhadap adik-adik kelas yang sedang menjalankan tugas pengabdian masyarakat ini. Kampus diharapkan memberikan apresiasi khusus kepada para alumni yang aktif terlibat dalam kegiatan ini.
Selain memantau kegiatan dan laporan, Ketua STIS Nurul Qarnain juga memberikan motivasi kepada peserta KKN di setiap posko. Beliau menekankan pentingnya menjaga semangat dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, terutama di masa-masa akhir KKN. “Kalian adalah representasi dari kampus. Tunjukkan dedikasi kalian sampai hari terakhir, karena pengalaman ini akan menjadi bekal berharga di masa depan,” ujar Dr. Bachrul Ulum di salah satu posko.



Tidak hanya itu, Ketua Panitia KKN 2024 juga memanfaatkan monev ini untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang bisa dikembangkan lebih lanjut oleh kampus. Beberapa program yang sudah berjalan dinilai sangat inovatif dan berpotensi untuk dijadikan proyek jangka panjang yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum. “Kegiatan-kegiatan ini membuka peluang besar untuk pengembangan soft skill mahasiswa yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” jelas Ketua Panitia.
Monev ini juga diwarnai dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan tim monev. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama KKN, serta ide-ide mereka untuk perbaikan program di masa mendatang. Interaksi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dan pihak kampus, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN di tahun-tahun berikutnya. (Si)