Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka atau yang sering didengar dengan istilah MBKM terus dimonitoring oleh Pemerintah sebagai bagian dari upaya untuk menjadikan perguruan tinggi yang lebih berkualitas. Salah satu dari upaya tersebut juga Kopertais Wilayah IV Surabaya mengadakan acara dengan tema “Penguatan Implementasi Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka di PTKIS Kopertais Wilayah IV Surabaya”. Acara ini diselenggarakan selama 2 hari sejak Kamis, 26 Oktober 2023 sampai Jumat, 27 Oktober 2023 di Hotel Halogen Sidoarjo dengan mengundang 180-an Wakil Rektor/Ketua 1 dan Tim Pengembang Kurikulum dari seluruh PTKIS yang ada di wilayah Jawa Timur. Dari Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain yang hadir langsung adalah Wakil Ketua 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan, Bapak Mohammad Firmansyah, M.H., M.Pd.

Kopertais Wilayah IV juga mengundang tiga narasumber yang memang pakar dalam MBKM. Acara sesi pertama dimulai pada pukul 15.00 WIB sore hari dengan sambutan oleh Bapak Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si. selaku Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya. Dalam sambutannya, Pak Ubaid panggilan akrabnya, menyampaikan perguruan tinggi harus siap siaga dalam menghadapi bonus demografi dan mempersiapkan outcome dari lulusan mahasiswanya yang siap menghadapi tantangan dunia kerja yang serba kompleks. “Kami mengundang para pimpinan PTKIS ini agar nanti pulang dari acara ini muncul strategi baru sehingga menjadi kebijakan yang baik untuk terlaksanananya MBKM ini”, papar Pak Ubaid. Acara kemudian dibuka oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV, Bapak Dr. H. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag. dimana beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kekompakan dan antusias para pimpinan yang telah hadir di acara tersebut.

Selanjutnya, materi pertama disampaikan oleh salah satu Tim Pengembang Implementasi MBKM Kemenag RI dari UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Sri Harini, M.Si. Prof Sri, sapaan beliau, menyampaikan materi tentang bagaimana perencanaan dan strategi untuk mengimplementasikan MBKM di perguruan tinggi. Beliau meminta agar setidaknya 1 dari 9 program MBKM yang ditawarkan oleh Kementerian bisa dilaksanakan, salah satunya student exchange atau lecturer exchange. Sembilan program yang dimaksud ialah 1) pertukaran mahasiswa, 2) magang, 3) asistensi mengajar, 4) riset, 5) proyek kemanusiaan, 6) wirausaha, 7) studi independent, 8) membangun desa/KKN tematik, dan 9) moderasi beragama.
Acara sesi kedua dilaksanakan pukul 19.30 WIB dengan narasumber Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat PTKI Kemenag RI, Bapak Dr. Abdullah Faqih, M.A., M.Ed. Materi yang disampaikan oleh beliau tentang kebijakan dan peraturan pengimplementasian MBKM di Kementerian Agama, khususnya di lingkungan PTKI baik negeri atau swasta. Paparan beliau, “MBKM ini sebenarnya produk lama dengan kemasan baru, terutama di kalangan Pesantren, misal sorogan, pondok Ramadan, pesantren kilat, itu kan kegiatan MBKM yang ada di Pesantren”. Beliau juga menekankan bahwa program MBKM ini sebenarnya salah satu upaya agar mahasiswa kita bisa multitalent sesuai dengan minat dan bakat mereka. Meskipun jurusan syariah tapi bisa IT, ya karena memang bakatnya di situ. Jurusan Pendidikan tapi wirausahawan, masih mahasiswa sudah pintar cari uang sendiri dengan berwirausaha sebagai sampingannya. Untuk itu, program MBKM menjadi sangat penting diimplementasikan di perguruan tinggi.
Acara ketiga di hari Jumat, 27 Oktober 2023 dengan pemateri Dr. Harris Simaremare dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau, selaku Tim Pengembang IT dari MBKM Kemenag. Bapak Harris memperkenalkan akun portal MBKM milik Kemenag yaitu merpati.kemenag.go.id sekaligus mempraktikkan langsung bagaimana login dan memiliki akun tersebut. Harapan beliau nanti setiap perguruan tinggi sudah memiliki akun tersebut sebagai salah satu upaya menunjang pengimplementasian dari Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka yang menjadi salah satu agenda dari Ditjen Dikti Kemenag RI.

Acara pemungkas ditutup oleh Ketua Panitia acara, Dr. Arif Mansyuri, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa dengan adanyan MBKM ini membuktikan bahwa kurikulum itu adalah sesuatu yang hidup, karena akan terus berkembang menyesuaikan dengan situasi dan kondisi zaman.