
Bondowoso, 22 Juli 2024 – Kolaborasi antara dunia pendidikan dan institusi pemerintahan terus menunjukkan hasil yang positif dalam upaya membentuk generasi berkualitas di Indonesia. Salah satu contoh nyata dari sinergi ini adalah kerjasama antara Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nurul Qarnain Jember dan Pengadilan Negeri Bondowoso dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa. Kegiatan ini telah sukses dilaksanakan dan resmi berakhir dengan acara penarikan mahasiswa dari tempat PPL di Pengadilan Negeri Bondowoso.
Program PPL yang berlangsung selama 30 hari kerja ini diikuti oleh puluhan mahasiswa STIS Nurul Qarnain Jember. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di lingkungan Pengadilan Negeri Bondowoso. Kerjasama ini tidak hanya memberikan manfaat akademis bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan institusi hukum di daerah.
DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Zaenol Hasan, S.E., M.H. dalam sambutannya pada acara penarikan mahasiswa PPL, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Pengadilan Negeri Bondowoso yang telah memberikan kesempatan berharga ini kepada mahasiswanya. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dan bimbingan dari Pengadilan Negeri Bondowoso yang telah membantu mahasiswa kami memahami lebih dalam tentang praktik hukum. Kerjasama ini merupakan langkah konkret dalam upaya kami membentuk generasi berkualitas yang siap terjun ke dunia profesional,” ujarnya.
Selama menjalani PPL, mahasiswa STIS Nurul Qarnain Jember terlibat langsung dalam berbagai kegiatan di Pengadilan Negeri Bondowoso. Mereka diajarkan tentang, administrasi peradilan, dan berbagai aspek hukum lainnya. Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk mengamati dan mempelajari kasus-kasus nyata yang sedang ditangani oleh pengadilan. Hal ini memberikan wawasan yang luas dan pemahaman mendalam tentang praktik hukum di lapangan.

Pengalaman ini sangat berharga bagi mahasiswa, seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta PPL, Roki Ardiansyah. “Kami sangat beruntung mendapatkan kesempatan ini. Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan, mulai dari cara berinteraksi dengan klien, penulisan dokumen hukum, hingga etika profesi. Ini semua tidak akan kami dapatkan hanya dengan belajar di kelas,” tuturnya.
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bondowoso, Bapak Subronto, S.H, juga menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, kegiatan PPL ini bukan hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi pengadilan itu sendiri. “Dengan adanya mahasiswa PPL, kami juga mendapatkan semangat baru dan perspektif yang segar dalam menjalankan tugas kami. Mereka memberikan kontribusi yang positif dalam operasional pengadilan, dan kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Penarikan mahasiswa PPL dari Pengadilan Negeri Bondowoso dilakukan dengan acara sederhana namun penuh makna. Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen pembimbing, serta para pegawai dan hakim di Pengadilan Negeri Bondowoso. Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan PPL dengan baik. Sertifikat ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam meniti karir di dunia hukum.

Kerjasama antara STIS Nurul Qarnain Jember dan Pengadilan Negeri Bondowoso dalam program PPL ini merupakan salah satu bentuk komitmen kedua belah pihak dalam mendukung pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum. Diharapkan, pengalaman dan ilmu yang didapatkan oleh mahasiswa selama menjalani PPL dapat menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan di dunia kerja nantinya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, baik STIS Nurul Qarnain Jember maupun Pengadilan Negeri Bondowoso berharap bahwa sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat dan dikembangkan di masa depan. Program seperti ini tidak hanya memberikan manfaat praktis bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan institusi pemerintah dalam upaya bersama membangun generasi yang berkualitas, berintegritas dan siap bersaing di era globalisasi. (zaha)