Grujugan kidul merupakan salah satu desa di kabupaten Bondowoso dengan mayoritas penduduk muslim yang memiliki minat dan semangat tinggi untuk bersholawat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya rutinan sholawatan yang diadakan oleh majlis sholawat yang ada di daerah tersebut.

Desa tersebut juga merupakan salah satu desa yang ditempati Program kegiatan kemahasiswaan, yaitu KKN dari Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Nurul Qarnain Jember. Peserta KKN tersebut juga sangat mengapresiasi kegiatan rutinan yang dilakukan oleh majlis sholawat yang ada di desa grujugan kidul, bahkan salah satu bukti apresiasi dari peserta KKN sampai berani menyuarakan bahwa desa grujugan kidul adalah desa sholawat.
Pelaksanaan pembacaan sholawat rutinan yang dilakukan oleh masing-masing majlis sholawat yang ada di desa grujugan kidul biasanya di lakukan mulai dari ba’da isya’ hingga jam 20.30 WIB, bahkan ada yang sampai jam 22.30 WIB. Adapun sholawat yang dibaca adalah sholawat nariyah 4444, solawat qiyam, solawat maulid diba’, dan lain sebagainya, tergantung minat dari pada majlis sholawat yang memimpinnya. Begitupun dengan tempat pelaksanaannya yang juga berpindah-pindah menyesuaikan keinginan masyarakat setempat. Ada yang di mushala terdekat, pondok pesantren, rumah tetangga, balai desa dan lain sebagainya.

Dalam rangka memberikan dukungan dan bentuk apresiasi kepada masyarakat grujugan kidul, peserta KKN STIS Nurul Qarnain khususnya yang bertempat di Posko 7 ini ikut menghadiri kegiatan sholawatan secara rutin, bahkan peserta KKN tersebut mendapatkan kepercayaan dari Masyarakat setempat untuk memimpin setiap kegiatan sholawatan dilaksanakan, sehingga masing-masing peserta mendapatkan bagian untuk tampil sebagai pemimpin atau imam dalam acara sholawatan tersebut.

Beberapa tokoh agama dan pimpinan desa juga hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut seperti Nyai Syari’a (Ibunda Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda), Nyai Sa’adah, Ibu Kades beserta jajarannya, dan lain sebagainya. Berdasarkan penyampaian dari masyarakat bahwa kegiatan sholawatan tersebut sangat bermanfaat untuk membangun mental spiritual, khususnya dalam memajukan desa Grujugan Kidul menjadi lebih sejahtera dan bermatabat, serta bagus untuk memupuk keimanan dan mempererat ikatan silaturrahim antar masyarakat, tokoh masyarakat dan pimpinan daerah.