Jember – Sejarah baru ditorehkan oleh Mutia Tsamratus Sabrina, mahasiswa semester IV Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nurul Qarnain Jember. Dalam ajang Lomba Menulis Esai Tingkat Jawa Timur yang digelar oleh PMII Rayon Al-Amien Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Rabu, 28 Mei 2025, Mutia sukses meraih Juara 2, mengungguli puluhan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi se-Jawa Timur.
Lomba yang mengangkat tema “Membangun Bangsa dengan Prestasi Pemuda Masa Depan” ini diikuti oleh 27 peserta dari kampus-kampus ternama. Salah satu pesaing terberatnya adalah mahasiswa dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Trunujoyo Madura dan UIN Satu Tulungagung. Namun dalam kompetisi bergengsi tersebut, Mutia tampil menonjol berkat kedalaman analisis, kekuatan argumen, serta kepiawaiannya menyampaikan gagasan melalui tulisan.
“Saya sangat senang karena telah berhasil meraih juara 2 dalam ajang ini. Saya persembahkan kemenangan ini untuk kampus kebanggaan saya,” ujar Mutia penuh syukur, usai menerima penghargaan di Kampus Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan. Mutia sendiri bukanlah mahasiswa biasa. Selain aktif di bangku perkuliahan, ia juga tercatat sebagai pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIS Nurul Qarnain serta kader aktif Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STIS Nurul Qarnain. Kombinasi antara prestasi akademik dan pengalaman organisasi inilah yang membuatnya matang dalam menuangkan gagasan.
Apresiasi turut disampaikan oleh Bapak Qoidul Khoir, M.Pd., selaku BAKK sekaligus pembimbing persiapan lomba. “Saya rasa Mutia pantas menerima penghargaan ini, dilihat dari tulisannya secara keseluruhan sudah sangat bagus, hanya saja, mungkin ia sedikit kurang percaya diri saat presentasi, sehingga terkesan terburu-buru dalam menyampaikan gagasan dan menjawab pertanyaan juri,” ujarnya memberikan evaluasi membangun. Ia menambahkan, dengan memperkuat mental lebih matang dan semangat yang terus diasah, bukan tidak mungkin Mutia akan tampil lebih gemilang di ajang-ajang perlombaan berikutnya. “Harapan kami, ia bisa menargetkan juara 1 di kompetisi selanjutnya,” lanjut Bapak Qoid.
Kemenangan Mutia tak hanya menjadi kebanggaan pribadi, namun juga mengangkat nama baik STIS Nurul Qarnain di kancah nasional. Kampus yang berbasis pesantren ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan Islam juga mampu bersaing di ranah literasi dan akademik yang lebih luas. “Bagi kami, kemenangan ini menginspirasi mahasiswa lain untuk terus menggali potensi diri. Selain itu, capaian ini tentu berdampak positif bagi kampus, khususnya dalam mendukung penilaian akreditasi,” Dawuh salah satu Pimpinan STIS Nurul Qarnain (Bapak Saini, S.Pd.I., M.H.I.) saat dihubungi terpisah.
Di sisi lain, bagi kalangan pesantren, prestasi ini menjadi bukti bahwa Institusi berbasis keagamaan pun memiliki daya saing tinggi dalam dunia literasi, intelektual, dan akademik nasional. Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Mutia Tsamratus Sabrina telah membuktikan bahwa mahasiswa pesantren bisa menjadi juara bukan hanya di ruang ibadah, tapi juga di panggung intelektual. (QK)