Kelompok peserta KKN posko 04 Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nurul Qarnain Jember pada Kamis, 18 Agustus 2022, sukses menyelenggarakan pengajian umum khusus muslimat dalam rangka memperingati bulan Muharram sebagai awal tahun baru Islam. Acara pengajian ini dilaksanakan di masjid Baitul Amin dusun Krajan Timur Desa Sucopangepok kecamatan Jelbuk kabupaten Jember. Warga sekitar sangat antusias mengikuti acara tersebut, terbukti dengan membludaknya jamaah yang mengikuti acara hingga akhir.
“Saya selaku perwakilan dari pihak desa mengucapkan terima kasih kepada anak-anak peserta KKN STIS Nurul Qarnain yang telah menyelenggarakan pengajian ini, yang tentunya banyak menebar manfaat bagi warga setempat khususnya bagi muslimat desa Sucopangepok”, ucap Ibu Zahro dalam sambutannya mewakili perangkat desa.

Acara selanjutnya adalah puncak dari pengajian tersebut, yaitu tausiah yang disampaikan oleh Nyai. Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I, S.Pd.I. atau yang akrab disapa Ning Zul. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan satu hal penting yang berkaitan dengan kehidupan di masyarakat desa. Salah satunya berkaitan dengan adat yang biasanya ketika salah satu warga mengadakan hajatan acara, warga yang diundang akan membawa barang serupa bahan makanan pokok kepada shahibul hajah. Ketika memberikan barang bawaan kepada shahibul hajah diniatkan sebagai sedekah, akan tetapi kebiasaan di masyarakat barang bawaan tersebut dicatat dan jika pembawa mengadakan hajatan juga, maka barang bawaannya harus serupa seperti yang dibawa kepada shahibul hajah. Jika demikian maka barang bawaan ini dihukumi hutang yang harus dibayarkan, bukan sebagai sedekah yang tidak perlu dibayarkan kembali. Hal demikian yang kerap terjadi di masyarakat dan sudah menjadi adat turun-temurun. “Mari dimulai dari panjenengan semua, kita hilangkan sedikit demi sedikit kebiasaan hutang tersebut karena kasian ketika shahibul hajah meninggal maka akan meninggalkan hutang kepada pembawa barang.” Dawuh beliau.

Beliau juga menambahi, “Dawuh Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, ketenangan itu bisa dicapai dengan 4 hal : Quwwatul Iman, Quwwatul Badan, Quwwatul Maal, Quwwatul Wildan.”
“Acara tersebut mendapat kesan yang baik dari masyarakat, acaranya bagus, yang dikaji dan yang disampaikan berkaitan dengan yang terjadi di masyarakat. Juga penceramah menyampaikan tausiah dengan santai dan tidak kaku, jadi masyarakat lebih mudah menerima materi tausiah.” Ucap Ibu Fandra yang merupakan ketua dari salah satu majelis muslimat di desa Sucopangepok.