Sebagai salah satu program pendidikan dalam masa KKN, Posko 1 yang berpusat di desa Sumber Pinang, Pakusari, Jember adakan Edukasi Anak Usia Dini kepada siswa dan orang tua siswa kelas 5 dan 6 SDN Sumber Pinang 1 pada hari Senin (7 Juli 2023).

Acara dimulai jam 8 pagi dengan dihadiri oleh 80 orang tua siswa. Dibuka dengan sambutan oleh Kepala Sekolah SDN Sumber Pinang 1. Saat sambutan, beliua memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN STIS Nurul Qarnain yang telah memberikan edukasi penting pada siswa dan orang tua siswa, “saya mewakili seluruh dewan guru SDN Sumber Pinang 1 sangat berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa KKN dari STIS Nurul Qarnain dengan program edukasinya hari ini, karena penting bagi siswa terlebih untuk orang tuanya agar bisa mendidik putra putrinya, karena tidak sedikit dari kejadian kriminal maupun hal tidak mengenakan terjadi kepada anak di bawah umur terjadi karena kurangnya edukasi,” ujar beliau.
Zainul Fata selaku Kordes Posko 1 saat memberikan sambutan juga menekankan kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan masa tumbuh kembang siswa terlebih dalam hal pendidikan. “Saya berpesan kepada seluruh orang tua siswa dan siswi di sini, kami hanya memberikan materi edukasi hari ini saja sedangkan kelanjutannya berada di bawah pengawasan bapak dan ibu, serta yang terpenting adalah mengawasi dalam penggunakan gadget, karena banyak kejadian buruk yang berawal dari gadget terlebih masahal yang berhubungan dengan seksualitas serta saya berpesan jangan hentikan pendidikan anak ibu sekalian, lanjutkan ke jenjang berikutnya,” pesan Zainul Fata.
Kegiatan Edukasi Anak Usia Dini merupakan kegiatan kolaboratif antara Mahasiswa KKN Posko 1 STIS Nurul Qarnain dengan Mahasiswa Universitas dr. Soebandi yang juga melaksanakan KKN di desa yang sama. Penyampaian diberikan langsung oleh masing-masing perwakilan mahasiswa yakni Ikomuddin dari STIS Nurul Qarnain dan Zakaria Mahasiswa Unibersitas dr. Soebandi.

Muhammad Ikomuddin menyampaikan materi Edukasi Anak di Masa Pubertas. Dalam penyamapaiannya, Ikom menegaskan pentingnya menjaga serta merawat anak usia dini yang memasuki masa pubertas agar terhindar bahaya penyimpangan yang akan berdampak pada psikis dan kesehatan anak.
“Adanya edukasi ini adalah bertujuan untuk ingin merubah kultur masyarakat yang sudah terlalu melekat, seperti memberikan apresiasi dengan memeluk dan mencium padahal dalam konteks seksual hal tersebut dapat berpotensi hal-hal yang tidak baik bagi mereka kedepanya. Serta yang intens pula adalah masalah pakaian, banyak pelanggaran seksual yang berawal dari pakaian yang dikenakan, oleh karena itu perhatikan pakaian dengan sebaik mungkin kepada putra dan putri ibu,” jelas Ikom.

Ikom juga menyampaikan tentang keunggulan pesantren dalam menjaga anak usia dini, “saya tidak bermaksud mengenyampingkan pendidikan yang non pesantren, akan tetapi di dalam pesantren jangankan pakaian, dari jam tidur dan bangunnya pun telah diatur sebaik mungkin di pesantren, sehingga saya katakan jaminan pendidikan maupun penjagaan di pesantren sangat baik hingga saat ini.”
Materi dilanjutkan oleh Zakaria mengenai penyakit dan penyimpangan seksual. Serta ditutup dengan doa bersama. Beberapa wali murid juga memberikan apresiasi dengan berterimakasih secara langsung kepada mahasiswa KKN STIS Nurul Qarnain pasca selesainya acara.