Rabu, 20 juli 2022 . Salah satu dosen STIS NQ, menghadiri undangan dari panitia ACCE 2022 setelah lolos seleksi sebagai presenter dalam gelaran third annual conference on community engagement dengan tema “Memperkuat Resiliensi Masyarakat di Era Pandemi” yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Sunan ampel Surabaya bekerjasama dengan kementerian kelautan dan perikanan dan PEMKAB Banyuwangi. Gelaran tersebut merupakan ajang bergengsi karena dari 400 lebih paper yang masuk hanya 106 paper yang berhasil lolos. Sebagaimana laporan panitia dalam sambutannya.

Hasbi Ash Shiddiqi, M,H presenter dari STIS NQ mengangkat judul “Optimalisasi Pencegahan Covid-19 Melalui Pemanfaatan Wastafel Sensorik Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Tanaman Lokal Di Desa Pejambon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro” . dalam presentasinya ia menyampaikan bahwa covid 19 tidak lantas menjadikan mayarakat putus asa dalam berbagai sektor kehidupan, terutama ekonomi. Sektor pariwisata mengalami penurunan pengunjung sangat drastis yang berdampak pada menurunnya omzet penghasilan masyarakat terutama para pedagang kecil yang mengandalkan keramaian untuk berjualan.hal tersebut akan banyak memunculkan inovasi dan kreatifitas dari masyarakat terdampak yang mana tidak akan optimal tanpa adanya pendampingan. “Harapan terbesar saya adalah tahun depan semua dosen bisa terlibat dalam ajang-ajang call for paper terutama ACCE yang diselenggarakan tiap tahun. Karena selain bisa menuangkan ide dan gagasan kita sebagai peneliti dan pemberdaya masyarakat, juga bisa sebagai media meningkatkan jejaring komunitas untuk bisa berkolaborasi dan penelitian maupun pengabdian. Karena hari ini adalah era berkolaborasi dan berkompetensi, bukan berkompetisi “ ujarnya.

Acara yang berlangsung selama dua hari dari 20-21 juli di Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan(BP3) Banyuwangi tersebut sangat menarik untuk diikuti. Dalam sesi seminar, menghadirkan para pakar dalam bidang penelitian dan pengabdian untuk memberikan materi dan arahan agar kualitas penelitian dan pengabdian para dosen bisa terus meningkat. Salah satu pemateri yang hadir adalah Dr Suwendi M,Ag selaku kasubdit penelitian dan pengabdian PTKI Kemenag. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa saatnya dosen terus meningkatkan kualitas dan kwantitas penelitian dan pengabdiannya, sebagai implementasi dari tridharma Perguruan tinggi. Dan itu harus didukung sepenuhnya oleh perguruan tinggi. Dalam closing statementnya, beliau mengatakan” prodi tanpa guru besar, seperti pesantren tanpa kyai, berani menjadi dosen harus berani menjadi guru besar”.