PMII Komisariat STIS Nurul Qarnain Gelar Sekolah Pergerakan Perdana

Jember – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STIS Nurul Qarnain Baletbaru Jember, melalui Bidang Advokasi dan Gerakan, menyelenggarakan kegiatan non-formal bertajuk Mahallu Tholibul Harokah atau Sekolah Gerakan. Acara perdana ini berlangsung di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain, Baletbaru, Sukowono, Jember, mulai 7 hingga 13 Februari 2025.

Dengan tema “Revitalisasi Nalar Kritis Melalui Pengembangan Keterampilan Advokasi”, kegiatan ini diikuti oleh anggota PMII STIS Nurul Qarnain yang telah menyelesaikan jenjang kaderisasi kedua, yaitu Pelatihan Kader Dasar (PKD). Para peserta telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh pengurus komisariat, khususnya Bidang Advokasi dan Gerakan.

Mahallu Tholibul Harokah bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman komprehensif tentang advokasi. Peserta diedukasi mengenai prinsip dasar advokasi, strategi komunikasi efektif, serta pentingnya data dan riset dalam mendukung upaya perubahan. Selain itu, acara ini menjadi wadah bagi peserta untuk berbagi pengalaman, berkolaborasi, dan memperluas jaringan dengan praktisi advokasi, aktivis, dan organisasi yang fokus pada isu-isu sosial.

Ketua panitia, Sahabat Dani, mengimbau peserta untuk mengikuti kegiatan dengan khidmat. Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi dan Gerakan, Sahabat Yazid Miftahul Choir, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan gebrakan baru bagi PMII Komisariat STIS Nurul Qarnain. Ia berharap peserta dapat menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan kaum mustadafin dan menegaskan bahwa program ini sebaiknya dilanjutkan oleh pengurus komisariat di masa mendatang.

Majelis Pembina Komisariat (MABINKOM) PMII STIS Nurul Qarnain, Moh. Jeweherul Kalamiah, S.H.I., M.H., yang akrab disapa Ustadz Jawa, dalam sambutannya menjelaskan bahwa konsep gerakan telah ada dalam Al-Qur’an dan menekankan esensi pergerakan itu sendiri. Beliau mengapresiasi Bidang Advokasi dan Gerakan serta mendorong agar acara serupa terus dilaksanakan, dengan harapan anggota internal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemilik panggung.

Sebelum pembukaan resmi, Sahabat Riski selaku Ketua Komisariat PMII STIS Nurul Qarnain memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan progres perdana yang dilaksanakan oleh pengurus komisariat STIS Nurul Qarnain. Ia menambahkan bahwa peserta tidak hanya akan menerima teori, tetapi juga terjun langsung untuk mengamati realitas sosial yang ada.

Dengan adanya Mahallu Tholibul Harokah, diharapkan anggota PMII STIS Nurul Qarnain dapat meningkatkan kapasitas advokasi mereka dan berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.