Mahasiswa Posko 6 KKN STIS NQ Belajar Membuat Dandang di Kampung Sayangan Kalibaru Banyuwangi

Kota Banyuwangi memang terkenal dengan kota yang memliki adat-adat yang kental dan kreativitasnya, meskipun sebenarnya kota Banyuwangi sangat terkenal dengan sebutan kota gandrung, namun tidak bisa dipungkiri bahwa julukan tersebut bukan berarti hanya ada satu budaya atau adat satu-satunya. Banyak hal yang masih belum tersiarkan, salah satunya terdapat suatu kampung yang memiliki ciri khas kerajinan tangan yaitu membuat dandang ataupun peralatan dapur lainnya. Lokasi kerajinan tangan ini terletak di Dusun Tegal Pakis Desa Kali Baru Wetan Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Kampung ini sudah bisa dilihat di Jalan Raya Jember-Banyuwangi, sebab hasil kerajinan dandang dan berbagai alat lainya sudah bisa ditemukan di sekitar jalan raya Desa Tegal Pakis.

Usaha ini sudah dimulai sekitar 60 tahunan, sebab kerajinan ini merupakan menjadi ciri khas yang turun-temurun dan sekarang sudah pada generasi yang ketiga. “Saya saja sudah bekerja lebih dari 20 tahunan dan sebelum saya ada yang sudah meninggal”, ucap salah satu pekerja kerajinan tersebut. Dari beberapa pihak Posko 6 KKN STIS Nurul Qarnain melakukan observasi ke salah satu pabrik yang dimiliki oleh Bapak H. Imron, terkait bahan-bahan yang digunakan ada lima bahan yang menjadi dasar dari pembuatan dandang dan berbagai alat dapur lainnya yaitu monel, aluminium, stainles, galvalum, galvanis, dan lainnya.

Lebih uniknya lagi tentang tempat penjualan dari dandang dan berbagai peralatan dapur lainnya, sebab tempat yang menjual barang-barang tersebut saling berdekatan bahkan bisa dibilang bahwa satu deretan toko di sekitar jalan raya tepatnya di Masjid Al-Ikhlas Kalibaru Wetan sudah bisa disaksikan betapa rukun mereka dan tetap sportif dalam bersaing perihal berjualan.