Dalam rangka peningkatan kualitas akademik dan kerjasama STIS Nurul Qarnain menuju kampus berdaya saing Nasional, STIS Nurul Qarnain bekerjasama dengan UNIRA Malang, LP Ma’arif Kabupaten Malang dan LAKPESDAM NU Kabupaten Malang mengadakan kegiatan Overseas Academic Study Excursion (OASE) Program ke beberapa perguruan tinggi di Malaysia dan Singapura selama enam hari, mulai tanggal 05 – 10 Maret 2023. Kegiatan tersebut di ikuti oleh Perguruan Tinggi lain seperti STIT Togo AMbarsari Bondowoso, IDIA Sumenep, STIT Muhammadiyah Ngawi, STAI Muhammadiyah Probolinggo, Universitas Muhammadiyah Jember, ISIMU Pacitan dan Perguruan Tinggi lainnya.
Saat di UIS (Universitas Islam Selangor), dalam sambutannya Dekan Fakultas Pendidikan Dr. Noor bin Husen menyampaikan penghargaan dan kesan yang mendalam atas kehadiran STIS Nurul Qarnain dan beberapa kampus lain yang ikut serta dalam acara tersebut dengan penuh rasa yang Bahagia, karena kehadirannya di hadiri oleh para rektor Perguruan tinggi dair Indonesia.

Bachrul Ulum, S.Sy., M.H.I. sebagai Ketua STIS Nurul Qarnain Jember, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk Building Mutual Academic Collaboration program, baik dalam kancah nasional maupun internasional.
Mohammad Firmansyah, M.H., M.Pd., selaku Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan, menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ini untuk menjalin kerjasama pengembangan akademik dan mencari pengalaman serta belajar dari pengalaman UIS dalam pengelolaan Perguruan Tinggi. Dari pertemuan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan MoU dan MoA sehingga bisa di lanjutkan dengan mengadakan join seminar, join coloqium dan join research.
Sesi kunjungan ini di lakukan dengan sharing session dari masing-masing rektor dengan pemaparan yang berhubungan dengan ekonomi Islam, pendidikan agama, pengembangan karakter dan bahasa Arab.
Membuka sharing session, Bapak Bachrul Ulum, S.Sy., M.H.I. mendapatkan kesempatan untuk memaparkan tentang tantangan masyarakat Ekonomi Syariah di era 5.0 yang menekankan pada aspek sikap pribadi manusia (human component) sehingga masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang penuh dengan pendekatan teknologi. Yang kemudian sesi ini dilanjutkan oleh para pembicara dari kampus-kampus lain dengan tema yang beragam.

Dalam closing session Dr. Noor Bin Hasan penting dalam mempelajari ilmu pengetahuan tidak hanya di lihat dari sudut pandang akademis saja tapi penting juga dari sudut nilai agama. Sedangkan mempelajari dan memahami agama harus dengan ke hati-hatian agar tidak terpengaruh ke dalam faham liberal dan ekstrimis. Pertemuan ini lalu ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh salah satu pimpinan perguruan tinggi asal Malang.
Setelah lawatan dari UIS, agenda dilanjutkan ke Universitas Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM), Universiti Malaysia Pahang (UMP) Malaysia, Universiti Tekhnologi Malaysia (UTM), Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), Madrasah Aljunied Al-Islamiyah Singapore, Institut Aminuddin Baki Malaysia, dan beberapa masjid dan Islamic Center di Malaysia dan Singapore.